MUSI RAWAS – Warga Desa Suro, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, kembali menyuarakan harapan agar pemerintah segera melakukan perbaikan dan pengaspalan Jalan Lingkar Provinsi yang menghubungkan ruas Jalan Sekayu–Lubuklinggau dengan Bundaran Agropolitan Center Muara Beliti.
Ruas jalan yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat tersebut hingga kini masih dalam kondisi memprihatinkan. Warga menilai jalan tersebut belum mendapatkan perhatian serius, meskipun telah bertahun-tahun digunakan sebagai jalur utama aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.
Salah seorang warga Desa Suro, EK (31), mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan infrastruktur di wilayah tersebut. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas perlu menjadikan pembangunan jalan sebagai prioritas karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.
“Jalan ini sangat penting bagi aktivitas warga. Selain menunjang mobilitas masyarakat, jalan yang baik juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperlancar distribusi hasil pertanian,” ujar EK.
Ia menjelaskan, saat musim kemarau masyarakat harus menghadapi debu tebal yang ditimbulkan kendaraan yang melintas. Debu tersebut masuk ke rumah-rumah warga, mengotori perabotan, bahkan berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.
“Setiap hari kami merasakan dampaknya. Saat kemarau, kami tidak bisa menjemur pakaian di luar rumah karena langsung dipenuhi debu. Pintu rumah pun sering ditutup agar debu tidak masuk ke dalam rumah,” katanya.
Sementara itu, saat musim hujan kondisi jalan berubah menjadi licin dan berlumpur. Genangan air yang muncul di sejumlah titik dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan menghambat aktivitas masyarakat.
Warga berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut agar memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Perbaikan jalan dinilai akan berdampak positif terhadap berbagai sektor, mulai dari pendidikan, perdagangan, hingga distribusi hasil pertanian.
Selain meminta pengaspalan jalan, masyarakat juga mendesak pemerintah untuk memasang lampu penerangan jalan di area jembatan yang berada di jalur tersebut. Menurut warga, kondisi jembatan pada malam hari sangat gelap dan minim penerangan.
Tidak hanya itu, pagar pembatas jembatan yang ada saat ini disebut sudah tidak berfungsi dengan baik sehingga berpotensi membahayakan pengendara, terutama bagi mereka yang belum memahami kondisi jalan.
“Kami berharap ada lampu penerangan dan perbaikan fasilitas keselamatan di jembatan. Kondisinya cukup berisiko pada malam hari,” tambah EK.
Masyarakat Desa Suro berharap aspirasi yang telah lama disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintah Kabupaten Musi Rawas. Warga menginginkan adanya langkah nyata melalui pengaspalan jalan serta pemasangan lampu penerangan demi terciptanya akses transportasi yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh pengguna jalan.
Mereka berharap pembangunan infrastruktur tersebut tidak lagi sebatas wacana, melainkan segera direalisasikan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.( Red*)
