Pilwali Tigo Sungai Indrapura 21 Oktober 2026: Bersih Dimulai dari Menolak Politik Uang

Admin Hazam
0


PAINAN, SUMATERA BARAT
— Perhelatan Pemilihan Wali Nagari (Pilwali) di Tigo Sungai Indrapura, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober 2026, diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mewujudkan proses demokrasi yang bersih, jujur, dan bermartabat.


Pemilihan Wali Nagari bukan hanya tentang memenangkan kontestasi, tetapi juga menentukan sosok pemimpin yang nantinya dipercaya mengabdi kepada masyarakat serta mengelola berbagai kepentingan pembangunan nagari.


Salah satu hal penting yang menjadi perhatian adalah penolakan terhadap praktik politik uang atau money politic. Masyarakat diharapkan dapat menentukan pilihan berdasarkan visi, kapasitas, integritas, serta rekam jejak calon, bukan karena pemberian uang maupun bentuk imbalan lainnya.


Menang Tanpa Politik Uang

Pemilihan yang berlangsung tanpa politik uang diharapkan mampu menghasilkan pemimpin yang benar-benar memiliki legitimasi dari masyarakat.


Kepala Wali Nagari yang terpilih melalui proses yang bersih akan memiliki tanggung jawab moral yang lebih kuat untuk menjalankan amanah masyarakat. Dengan demikian, kepemimpinan dapat diarahkan pada pelayanan publik, pembangunan nagari, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Selain itu, proses pemilihan yang bersih juga diharapkan dapat mencegah munculnya kepentingan untuk mengembalikan modal politik setelah calon terpilih. Pengelolaan anggaran dan program pembangunan pun harus dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.


Demokrasi Sehat Dimulai dari Masyarakat

Politik uang pada dasarnya dapat merusak kualitas demokrasi karena pilihan masyarakat berpotensi bergeser dari pertimbangan mengenai kemampuan dan integritas calon menjadi transaksi sesaat.


Karena itu, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga proses Pilwali agar tetap berjalan secara jujur. Pengawasan sosial dapat dilakukan bersama-sama dengan memperhatikan jalannya tahapan pemilihan serta menolak segala bentuk pemberian yang bertujuan memengaruhi pilihan politik.


Para calon Wali Nagari juga dapat menunjukkan komitmennya dengan membuat pakta integritas atau kontrak politik moral yang menegaskan komitmen untuk tidak melakukan politik uang serta menjalankan pemerintahan secara transparan apabila dipercaya masyarakat.


Mewujudkan Pemimpin Berintegritas

Pemimpin yang lahir dari proses demokrasi yang bersih diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi nagari. Masyarakat dapat memberikan mandat berdasarkan program dan gagasan yang ditawarkan, sekaligus mempertimbangkan rekam jejak dan kemampuan calon dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.


Pilwali hendaknya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan masa depan nagari secara mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.


"Pilwali seharusnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat nagari demi kemajuan yang diharapkan, sesuai dengan harapan serta cita-cita dan nilai-nilai luhur para pendahulu, ninik mamak, serta masyarakat nagari," pungkas Etek Virang.


Dengan semangat "Pilkades/Pilwali Bersih Dimulai dari Menolak Politik Uang", masyarakat Tigo Sungai Indrapura diharapkan dapat bersama-sama menjaga pesta demokrasi agar melahirkan pemimpin yang amanah, berintegritas, dan benar-benar mengabdi kepada masyarakat.( Red*)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)