KOTA BENGKULU, Kamis 29 Oktober 2026 - Proyek pembangunan drainase di belakang Masjid At-Taqwa Anggut Bawah, Kecamatan Ratu samban, Kota Bengkulu, menjadi pertanyaan warga.
Saat tim melakukan kunjungan ke lokasi pada Kamis (29/10) pagi, tidak ditemukan papan kegiatan / papan proyek sama sekali di sekitar lokasi pekerjaan.
Padahal, sebagaimana lazimnya setiap proyek yang menggunakan uang rakyat (APBD/APBN), wajib memasang papan informasi.
Kita tidak menemukan tanda kegiatan dari dana apbd/ apbn karena :
1. Tidak ada papan proyek: Tidak tertulis nama kegiatan, volume pekerjaan, jumlah anggaran, sumber dana (APBD Kota/Provinsi), waktu pelaksanaan, dan siapa pelaksana (CV/PT).
2. Pekerja tidak tahu: Saat ditanya, para pekerja di lapangan mengaku hanya disuruh bekerja saja. "Kami hanya bekerja saja," ungkap mereka. Mereka tidak tahu siapa pemborongnya dan berapa anggarannya.
Karena tidak ada papan kegiatan, proyek ini diduga kuat sebagai "proyek siluman"
MENGAPA PAPAN PROYEK ITU WAJIB? INI ATURANNYA
Bukan sekadar formalitas. Papan proyek itu WAJIB hukumnya:
1. Perpres No. 54/2010 jo Perpres No. 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa:
Setiap pekerjaan fisik yang dibiayai APBD/APBN harus memasang papan informasi proyek di lokasi sebagai bentuk transparansi.
2. UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP):
Anggaran, pelaksana, dan volume proyek adalah informasi publik yang berhak diketahui masyarakat.
3. Permen PUPR:
Papan proyek bertujuan agar masyarakat bisa ikut mengawasi: Apakah speknya sesuai? Apakah anggarannya wajar? Apakah waktunya tepat?
Jika tidak ada papan proyek, masyarakat tidak bisa mengawasi. Rawan terjadi:
- Pengurangan volume
- Mark-up anggaran
- Kualitas asal jadi
- Proyek fiktif
Proyek drainase di Anggut Bawah ini berada di wilayah Kecamatan Ratu Agung . Diduga kuat ini adalah proyek dari Dinas PUPR Kota Bengkulu atau Dinas PUPR Provinsi Bengkulu melalui dana APBD 2026.
Pertanyaan publik yang harus dijawab:
1. Dinas mana yang punya kegiatan ini?
2. Berapa anggaran yang digelontorkan untuk drainase belakang Masjid At-Taqwa tersebut?
3. Siapa CV/PT pelaksananya dan berapa lama waktu pengerjaan?
4. Kenapa papan proyek tidak dipasang? Apakah sengaja ditutup-tutupi?
Warga Anggut Bawah berharap drainase dibangun dengan baik, karena kawasan belakang Masjid At-Taqwa sering banjir saat hujan deras.
Tapi mereka juga ingin proyek yang transparan. "Kalau bagus kenapa tidak dipasang papan? Kalau memang uang rakyat, rakyat berhak tahu," ujar salah satu warga sekitar masjid.
Redaksi memberikan Hak Jawab penuh kepada Dinas PUPR Kota Bengkulu, Lurah Anggut Bawah, dan Camat Ratu Samban untuk menjelaskan status proyek drainase tersebut. Sesuai Kode Etik Jurnalistik Dewan Pers Pasal 1,2,3, berita ini disusun berdasarkan fakta lapangan dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Reporter: Tim Kota Bengkulu
Lokasi: Belakang Masjid At-Taqwa, Anggut Bawah, Kec. Ratu Agung
Tanggal: Kamis, 29 Oktober 2026 ( tim- PR).
