Palembang — Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Palembang terus memperkuat kualitas pendidikan kebidanan agar mampu memenuhi standar kompetensi internasional. Salah satunya melalui Workshop Pemetaan Kurikulum terhadap ICM Essential Competencies for Midwife 2024.
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam menindaklanjuti penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sekaligus memastikan pendidikan kebidanan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) selaras dengan standar kompetensi bidan internasional yang ditetapkan International Confederation of Midwives (ICM).
Workshop ini juga menjadi bagian dari program penguatan pendidikan profesi bidan dalam mendukung pengembangan kandidat Center of Excellence (CoE), peningkatan kapasitas dosen dan preseptor, serta penguatan sistem penjaminan mutu internal.
Dalam pemetaan tersebut, kurikulum diselaraskan dengan lima domain kompetensi ICM 2024, yakni Cross-functional Competencies, Sexual and Reproductive Health and Rights (SRHR), Antenatal Care, Care During Labour and Birth, serta Ongoing Care of Women and Newborns.
Melalui kegiatan ini, peserta melakukan pemetaan mata kuliah dan capaian pembelajaran terhadap lima domain kompetensi tersebut. Selain itu, dilakukan identifikasi kesenjangan (gap analysis) antara kurikulum yang berjalan dengan standar kompetensi ICM sebagai dasar penyusunan rekomendasi penyempurnaan kurikulum.
Hasil pemetaan diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang semakin adaptif terhadap perkembangan layanan kesehatan, berpusat pada perempuan (woman-centered care), berbasis bukti (evidence-based midwifery), serta sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
Program ini merupakan bagian dari kerja sama Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan United Nations Population Fund (UNFPA), dengan dukungan Global Affairs Canada melalui Project IMPACT (Canada Indonesia Partnership for Advancing Midwifery Competency-based Midwifery Education).
Workshop tersebut juga diharapkan dapat menyamakan persepsi mengenai struktur dan substansi kompetensi ICM 2024, termasuk metode serta instrumen pemetaan kurikulum. Selanjutnya, hasil pemetaan akan menjadi dasar bagi masing-masing program studi dalam menyusun rencana tindak lanjut penyempurnaan kurikulum.
Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan UNISA Palembang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan bidan yang memiliki kompetensi serta daya saing global.
Dengan adanya pemetaan berbasis standar ICM 2024 tersebut, UNISA Palembang diharapkan tidak hanya mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang semakin kompleks, tetapi juga dapat menjadi salah satu rujukan pengembangan pendidikan kebidanan berstandar internasional di lingkungan PTMA. ( Red)
